Tampilkan postingan dengan label Perangkat Lunak Jaringan 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perangkat Lunak Jaringan 2. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2016

Praktikum DNS

PRAKTIKUM


1.  Masuk ke super user-> su –
Masukkan password nya centos6

2.  rpm –qa | grep bind -> untuk cek paket
Yang harus diperhatikan pada bind –chroot dan bin –utils nya.

3.  Menginstall dengan yum –y install -* ->kelemahan menggunakan yum adalah tidak semua paket sudah tersedia namun kelebihannya adalah lebih cepat dalam menginstall tidak perlu satu-satu.

Bisa juga menggunakan bin-chroot bind-utils, namun harus menginstall satu-persatu sehingga tidak otomatis.




-Sudah Terinstall-

4.  cd /var/named/chroot/etc


5.  rm rndc.key -> untuk menghapus paket rndc.key
6.  Kemudian ketik y untuk yes.
7.  rndc –cconfgen > rndc.key


8.  rndc –cconfgen > rndc.key
9.  vi rndc.key


Beri pagar sebelum options {
Hingga sebelum...  };





-SUDAH DIBERI PAGAR-


10.  Klik kanan -> copy -> copy yang di block dari key sampai };



11.    rm named.conf -> untuk mengapus paketnya karena tadi sudah di install oleh kelas lain (biar kita bisa install juga makanya dihapus dulu :D ) -> jangan lupa ketik y untuk yes.


12.   Masuk ke vi named.conf


Ketik semua yang ada di bawah ini. Banyak banget tapi harus sabar haha..
Oh ya, setelah #Star of... (baris pertama), paste yang telah di copy tadi. Lainnya ketik tangan.



Pada tulisan kita asumsikan ... dns server merupakan Zona Forward sedangkan asumsi .... zona reverse merupakan Zona Reverse. Nama DNS servernya terserah kalian J  12.168.192 -> 12 nya adalah nomor PC saya.

Hapus tanda titik pada key “rndc.key” yang paling atas.


13.       cd /var/named/chroot/var/named/
            ls -> cek isi ada name
            rm -rf fata/ -> untuk menghapus data 










Minggu, 05 Juni 2016

DNS (Domain Name System)

DNS (Domain Name System)



Suatu host pada jaringan Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) harus memiliki alamat IP agar dapat diakses. Alamat IP yang digunakan sekarang (IP versi 4) dibentuk dalam format angka long integer 32-bit yang dikelompokkan menjadi empat kelompok (untuk setiap kelompoknya masing-masing terdiri dari 8 bit). Bila dalam suatu jaringan TCP/IP memiliki banyak sekali host, maka tidak mudah bagi manusia untuk mengingat alamat-alamat IP yang ada (tentu saja bagi komputer hal ini bukan menjadi masalah). Karena itulah alamat-alamat IP tersebut perlu dipetakan menjadi nama yang dapat diingat manusia secara mudah dengan menggunakan DNS. Misalnya seperti IP Address 222.124.194.11 yang dipetakan menjadi www. unsri.ac.id sehingga lebih mudah diingat.
Dalam teknologi internet sekarang ini, DNS pun merupakan jantung yang sangat berperan penting. Setiap kali kita meggunakan internet dalam kegiatan kita sehari-hari, maka setiap kali itu pula secara tidak langsung kita menggunakan DNS (Domain Name System). Pengunaan DNS didalam internet tersebut meliputi aplikasi email (electronic mail), browsing, ssh/telnet, ftp, maupun aplikasi yang lain yang ada kaitannya dengan internet. Oleh karena itu Pengetahuan dan pengertian tentang DNS merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh operator maupun pengguna internet.

Pengertian Domain Name System (DNS)
Beberapa pengertian mengenai Domain name system adalah sebagai berikut:
Merupakan sistem database yang terdistribusi yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang menggunakan TCP/IP. DNS mempunyai kelebihan ukuran database yang tidak terbatas dan juga mempunyai performa yang baik.
Merupakan aplikasi pelayanan di internet untuk menterjemahkan domain name ke alamat IP dan juga sebaliknya.
Komputer yang terhubung dan memiliki tanggung jawab memberikan informasi zona nama domain anda, merubah nama domain menjadi alamat IP dan juga memiliki tanggung jawab terhadap distribusi email di mail server yang menyangkut dengan nama domain.
Aplikasi yang membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.
DNS dapat dianalogikan sebagai pemakaian buku telepon dimana orang yang ingin kita hubungi, berdasarkan nama untuk menghubunginya dan menekan nomor telefon berdasarkan nomor dari buku telepon tersebut. Hal ini terjadi karena komputer bekerja berdasarkan angka, dan manusia lebih cenderung bekerja berdasarkan nama.
Misalkan domain name yahoo.com mempunyai alamat IP 202.68.0.134, tentu mengingat nama komputer lebih mudah dibandingkan dengan mengingat alamat IP. Didalam DNS, sebuah name server akan memuat informasi mengenai host-host di suatu daerah/zone. Name server ini dapat mengakses server-server lainnya untuk mengambil data-data host di daerah lainnya. Name server akan menyediakan informasi bagi client yang membutuhkan, yang disebut resolvers.

Fungsi Utama Sistem DNS
Menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet.
Memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet. DNS memiliki keunggulan seperti:
Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah tapi host name tidak berubah. Contoh:
– unsri.ac.id mempunyai IP 222.124.194.11, kemudian terjadi perubahan menjadi 222.124.194.25, maka disisi client seolah-olah tidak pernah ada kejadian bahwa telah terjadi perubahan IP.
– Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

BAGAIMANA CARA KERJA DNS ?
Untuk menjalankan tugasnya, server DNS memerlukan program client yang bernama resolver untuk menghubungkan setiap komputer user dengan server DNS.
Program resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail client. Jadi untuk terhubung ke server DNS, kita perlu menginstall web browser atau mail client pada komputer kita.

Dari gambar berikut ini, kita bisa sedikit mendeskripsikan cara kerja server DNS sebagai berikut:


DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai. DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai. DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan. Jadi, jika apa yang dicari di server DNS pertama tidak ditemukan. Pencarian dilanjutkan pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6 proses yang sama seperti di atas.

Perlu dicatat, pencarian dari client ke sejumlah server DNS dikenal dengan istilah proses pencarian iteratif sedangkan proses pencarian domain antar server DNS dikenal dengan istilah pencarian rekursif.
INFORMASI DNS
- IP ADDRESS
- CANONICAL NAME
- MAIL EXCHANGER
- INFORMASI HARDWARE
- SISTEM OPERASI
- HOSTNAME

IMPLEMENTASI DNS 

DNS server
•/etc/named
•named.boot

•zona file

Resolver
•/etc/resolv.conf
Atau
•/etc/host.conf

Implementasi Host Table
•/etc/hosts
•/windows/hosts
•Format Penulisan
<ip_address>  <hostname><cname>
•Contoh  /etc/hosts

Kenapa /etc/hosts
-Jumlah host sedikit
- Jaringan tidak terhubung ke Internet
- /etc/hosts digunakan oleh NIS (pada Sun)
- Tidak semua host pakai UNIX

STRUKTUR HIERARKI DNS
-Root-Level Domains, Top-Level Domains (TLD), Second-Level Domains, Host Names

RUANG NAMA DOMAIN



-Ruang nama domain (domain name space) digunakan untuk membuat penamaan hirarkis.
-Dibuat dalam bentuk struktur pohon terbalik (inverted-  tree structure) dengan akar (root) berada di atas.
-Pohon terdiri dari 128 tingkat atau level (level 0 adalah root dan 127 level berikutnya untukcabang).
-Setiap node (titik) memiliki label dengan ukuran  maksimal 63 karakter.
-Setiap label antar node dipisahkan dengan tanda titik (.)
-Setiap nama domain dibaca mulai dari bawah (level paling besar) menuju ke level 0 (root).


PRAKTIKUM










Sabtu, 04 Juni 2016

SSH (Secure Shell)

Pengertian SSH


Pengertian dan Manfaat SSH Secure Shell atau SSH - SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan. Banyak digunakan pada Sistem Operasi berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet.


Manfaat Menggunakan SSH

Manfaat menggunakan akun SSH adalah meningkatkan keamanan data pada komputer Anda ketika mengakses internet, karena dengan adanya Akun SSH sebagai perantara koneksi internet Anda, SSH akan memberikan enskripsi pada semua data yang terbaca, baru mengirimkannya ke server lain.

Selain dapat melakukan enskripsi data, SSH juga memiliki kemampuan melakukan Port Forwarding yang mana memungkinkan kita mendapatkan manfaat sebagai berikut ini:

1. Melakukan koneksi aplikasi TCP (misalnya : webserver, mail server, FTP server) dengan lebih secure (aman)
2. Melakukan koneksi dengan membypass (melewati) firewall atau proxy setempat.

Manfaat kedua diatas itulah yang sering dicari oleh para pengguna Internet dan memanfaatkannya untuk kepentingan akses internet. Dengan menggunakan Akun SSH Kita juga dapat mengelola VPS untuk dijadikan hosting ataupun fungsionalitas yang lain.

Menggunakan Akun SSH untuk tunneling koneksi internet Anda memang tidak menjamin meningkatkan speed internet Anda. Namun dengan menggunakan Akun SSH, otomatis IP yang Anda gunakan akan bersifat statis dan dapat Anda gunakan secara privat dengan catatan hanya Anda lah user dalam Akun SSH tersebut.


Protocol SSH ini memiliki banyak fungsi, selain fungsi tunneling yang sering kita gunakan, kita juga bisa menggunakan SSH untuk SFTP, SOCKS4/5 proxy atau bisa juga kita gunakan untuk mengatur VPS atau hosting milik kita khususnya VPS dengan OS Linux seperti CentOS.Untuk menggunakan tunneling menggunakan SSH ini kita bisa mengguankan SSH client seperti Bitvise Tunnelier ataupun Putty untuk sistem operasi Windows.


Untuk mendapatkan akun dan penggunaan dari SSH ini, kita bisa mendapatkan akun SSH gratis di cjb.net atau jika kita memiliki VPS biasanya pihak penyedia memberikan juga SSH untuk pengaturan VPS kita.


Perbedaan FTP dengan SSH
Perbedaannya adalah dienkripsi atau tidaknya. Pada FTP tidak dienskripsi sedangan SSH dienkripsi.

Port yang digunakan
Untuk port-port yang digunakan adalah
Port 21 => koneksi FTP
Port 20 => File Transfer
Port 22 => untuk SSH

Pada SSH ada Public Key dan Host Key, untuk DES 64 bit dan AES 128 bit.


PRAKTIKUM

Pertama, masuk ke super user.
Ketik rpm -qa | grep ssh untuk mengecek paket SSH.


Ketik ssh OS13@192.168.1.13 untuk membuat koneksi dengan PC 13. IP address dari PC 13 adala 192.168.1.13
password yang diminta adalah password dari PC 13


Apabila sudah masuk ke PC 13 akan terlihat seperi gambar dibawah. Apabila belum connect maka harus mengganti port dengan 22 21 agar bisa diakses pada vi /etc/ssh/sshd_config



Ganti Port=>



Perintah who digunakan untuk melihat siapa yang lagi mengakses PC kita (login)
Perintah last digunakan untuk melihat siapa saja yang pernah masuk ke PC kita.








PC 11 pada gambar terlihat pernah masuk ke PC 12.



Membuat folder pada PC lain dengan PC kita
scp astrid(nama file)  OS18@192.168.1.18: /home/OS18/Dekstop
=> File diletakkan pada dekstop





MEMBUAT KONEKSI TANPA HARUS MEMASUKKAN PASSWORD
Ketik ssh-keygen -t dsa



ssh OS13@192.168.13 => membuat koneksi pada PC 13 tanpa harus memasukkan password dari PC 13.




Pada gambar dibawah, saya mendapatkan broadcast message dari PC 18 kemudian saya membalas message tersebut dengan wall.


Selasa, 29 Maret 2016

Pengertian DHCP

DHCP

Alamat IP (IP Address; sering disingkat IP) adalah angka 32-bit yang menunjukkan alamat dari sebuah komputer pada jaringan berbasis TCP/IP. Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. IP Address, selain unique juga harus terstruktur. IP address mengandung network address dan host address. IP address tidak bisa langsung dibuat sebelum network-nya terbentu. IP address juga harus bisa diganti (reconfigure). Karena kapan saja network berubah atau PC pindah (dijual, dicuri, dipinjam, pindah tempat, dsb) dapat di konfigurasi ulang. MAC Address adalah unique, tapi tidak terstruktur.

PENGALAMATAN IP ADDRESS
•        IP Statis, Konfigurasi IP secara Manual-> Permanen, Temporer

•        IP dinamis,  Konfigurasi IP oleh komputer server melalui jaringan komputer






Kebutuhan Konfigurasi IP Secara dinamis, karena beberapa hal :
1.        Jaringan yang berkembang dinamis
2.        Host datang dan Pergi
3.        Perubahan ISP akan berpengaruh pada perubahan IP Public

Kelebihan jika menggunakan IP dinamis:
1.     Tidak perlu setting IP satu persatu ke komputer yang terkoneksi seluruh komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
2.     Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan  seperti default gateway dan DNS server.

Selain IP address, ada beberapa konfigurasi tambahan yang harus disertakan sebelum suatu PC berkomunikasi di dalam network, seperti alamat Default Router, subnetting, dan sebagainya. Konfigurasi dapat dilaksanakan secara manual (jika network kecil, dan hanya konfigurasi sederhana). Bagaimana jika network-nya besar. Administrator bisa “teler” mengkonfigurasi semua PC (dll) dalam jaringan yang besar dan kompleks.



PENGERTIAN DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah Suatu layanan yangmengatur secara otomatis pemberian IP address, Netmask, Gateway dan beberapa parameter yang dibutuhkan kepada komputer yang memintanya untuk dapat terkoneksi dengan jaringan.
Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
DHCP merupakan Standar dari IETF (Internet Engineering Task Force).Dikembangkan tahun 1993, sbg perbaikan dari BOOTP (Bootstrap Protocol)
1. RFC 2131: Dynamic Host Configuration Protocol
- RFC (Requets For comments) adalah aturan-aturan yang telah ditetapkan secara umum untuk mengatur proses apa saja seputar internet.
- RFC 2131 adalah berisi aturan-aturan atau protocol yang digunakan pada proses DHCP
- Pada RFC 2131 ini dijelaskan bagaimana  dan apa yang dilakukan oleh DHCP server dan DHCP client ketika menggunakan protocol ini
2.  RFC 2132: DHCP Options and BOOTP Vendor Extensions



DHP memungkinkan beberapa server jalan di jaringan, dengan catatan range IP setiap server tidak boleh ada yang overlap. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.

DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter konfigurasi lainnya kepada client. Jika suatu host on, dia akan meminta ke DHCP untuk diberikan satu alamat yang masih kosong berikut konfigurasi lainnya yang perlu.Tapi dari mana dia bisa tahu alamat DHCP server. Proses DHCP meliputi beberapa tahap:
-          Identifikasi DHCP server
-          Meminta IP
-          Menerima IP
-          Memutuskan untuk menggunakan IP        

PAKET DHCP

Konfigurasi yang diberikan DHCP server meliputi
-          -Alamat IP
-          -Subnet Mask
-          -Domain Name
-          -Default Gateway (Router)
-          -DNS
-          -WINS information




PERBEDAAN DHCP DAN BOOTP

Ø  BOOTP tidak punya waktu sewa (infinity), sedangkan DHCP punya waktu sewa
Ø  Binding/lease (kumpulan 1 IP dan 1 client)
Ø  Pada DHCP Client menyewa dalam waktu tertentu, Jika waktu habis harus menyewa kembali.
Ø  50% dari waktu sewa harus memperbaharui sewa (renewing). Jika unsuccessfull, maka client akan continue sampai 75% waktu sewa, client berusaha release lagi, jika tidak berhasil berusaha sampai 87.5%, jika tidak berhasil dia akan mulai mencari DHCP Server baru untuk menyewa, jika tidak ditemukan IP dipakai sampai waktu sewa habis.
Ø  Dua timer pada DHCP :
l  Renewing (T1)
l  Rebinding (T2)
Ø  T1 ditentukan terlebih dahulu
Ø  T1 : ½ T2



KELEBIHAN DHCP

Ø  Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
Ø  DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain,sehingga mencegah terjadinya IP conflict.DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
Ø  DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
Ø  DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
Ø  Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.



KEKURANGAN DHCP

Ø  Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung
Ø  Komputer yang memerlukan IP address permanen bisa saja dimatikan dan hal itu membuatnya kehilangan IP address nya dan IP address tersebut bisa digunakan oleh komputer lainnya. Ini bisa berakibat pada masalah kesulitan mencari service yang ada pada jaringan dan juga resiko pada masalah keamanan.
Ø  Jika pemberikan IP address ini harus diberikan dengan mengikuti suatu range tertentu, maka hal ini akan menimbulkan masalah karena kita harus menentukan range-nya pada masing-masing komputer. Ini akan bisa mengakibatkan terjadinya hidden configuration error dan kesulitan dalam mengganti range-nya di kemudian hari.


INSTALASI DHCP SERVER
Proses instalasi DHCP Server pada Linux Debian, terdiri atas beberapa paket aplikasi yang di install yaitu:
-          isc-dhcp-client
-          isc-dhcp-common
-          isc-dhcp-server



KONFIGURASI DHCP SERVER
Sebelum mulai melakukan konfigurasi DHCP Server di Debian, baca ketentuan berikut:
Ø  Ikuti langkah Konfigurasi IP Address dan PC Router
Ø  Anda harus login sebagai user root (super user)
Ø  Pastikan di shell prompt Anda bertanda "#", bukan "$",
Ø  Perhatikan penulisan scriptnya



File konfigurasi utama DHCP server pada etc/dhcp3/dhcpd.conf
option domain-name "test1.com";
option domain-name-servers 192.0.0.1, 194.2.0.50;
option routers 192.0.0.151;
default-lease-time 3600;
subnet 192.0.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.0.0.200 192.0.0.254;
}

Penanganan dua atau lebih subnet

Share-network MARKET-NET {
option domain-name "test1.com";
option domain-name-servers 192.0.0.1, 194.2.0.50;
option routers 192.0.0.151;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.224 {
range 192.168.1.3 192.168.1.30;
option routers 192.168.1.2
}
subnet 192.168.1.32 netmask 255.255.255.224 {
range 192.168.1.35 192.168.1.62;
option routers 192.168.1.33
}
}





KONFIGURASI IP ADDRESS STATIS  (DHCPD FOR BOOTP)
host host_name {
hardware ethernet 00:B0:CF:8B:49:37;
fixed-address 192.0.0.19;
}

KONFIGURASI DHCP SERVER
Informasi tentang client yang menyewa IP bisa dilihat pada : dhcpd.leases pada direktori dhcp diinstall


KONFIGURASI MESIN CLIENT
Ø  Redhat pada :
/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth#
/var/run/dhcpd-eth0 à info tentang IP yang pernah disewa, sebisa mungkin mendapat IP yang sama
Ø  Debian pada /etc/network/interfaces
Ø  /etc/resolv.conf à untuk nama host yang sama
Ø  Konfigurasi DHCP di client :
auto lo eth0
iface lo inet loopback
iface eth0 inet dhcp 


PRAKTIKUM

Pada praktikum kemarin kakak aslab menjelaskan tentang dhcp server dan dhcp server. Berikut ulasannya:


Pertama-tama masuk ke super user-> su -
password : centos6
masuk ke vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0











Ganti BoothProto dengan DHCP, seperti gambar dibawah ini...









Keluar dan save suntingan tadi...




Kemudian ketik service network restart

Minggu, 20 Maret 2016

IP Address

IP Address adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan komputer lain, IP Address terdiri dari 4 Blok, setiap Blok di isi oleh angka 0 - 255. Contoh IP Address seperti 192.168.100.1 , 10.57.38.223 , ini adalah IPv4.

            IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda. Agar mudah ngerti, Net ID adalah nama jalan dan Host ID adalah nomor Rumah, jadi Jln. Diponegoro No 3 , jika nama jalan dari beberapa orang sama, maka nomor rumah mereka tidak mungkin sama.


                 
                    Tidak ada satu host-pun yang mempunyai ID sama pada jaringan global internet


Kelas IP Address

KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah host Id,kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.
KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223
KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255
KELAS E,  memiliki range dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255, IP ini digunakan untuk eksperimen yang dipersiapkan untuk penggunaan IP address di masa yang akan datang.

KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191.





Setiap IP address mempunyai 2 bagian :
1. Network
Dalam satu jaringan NetID untuk semua jaringan sama. Biasa disebut NetworkID (NetId)
2. Host
Ini yang biasa disebut IP Address, dalam satu jaringan tidak ada yang nomor IP-nya sama.






KLASIFIKASI JARINGAN



Apa Fungsi IP Address

  1. IP Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan. Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. Dalam jaringan komputer pun berlaku hal yang sama yaitu alamat IP Address yang unik tersebut akan digunakan untuk mengenali sebuah komputer atau device pada jaringan.
  2. IP Address digunakan sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP Address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.


Netmask
-Pada Pengalamatan Logik, selain butuh nomor IP dibutuhkan netmask atau subnetmask.
 Netmask besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask :
255.0.0.0
255.255.0.0
255.255.255.0.
-Hal tadi biasa di sebut class, dikenal tiga class:
Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0


IP dan Netmask

-Pengalamatan Logik merupakan Gabungan antara IP dan Netmask
-Penulisan biasanya sbb :
lIP                   : 202.95.151.129
lNetmask         : 255.255.255.0
-Perhitungan antara IP dan Netmask akan menghasilkan NetworkID



PRAKTIKUM


Cara mengganti IP Address ada 2, yaitu:

1. Temporary/ sementara

Yang pertama dilakukan adalah masuk ke super user. 
su -
pass: centos6
Setelah itu cek konfigurasi IP Address PC kalian. 
#ifconfig
lihat pada inet addr, pada PC 11 memiliki IP Address 192.168.1.11
IP tersebut akan kita ganti menjadi 211. 



Netmask 255.255.255.0 karena berada pada kelas C.
Cara menggantinya adalah #ifconfig eth0 192.168.1.212 netmask 255.255.255.0

2. Secara Permanen

Sama dengan cara sementara masuk ke super user.
su -
pass: centos6
Setelah itu cek konfigurasi IP Address PC kalian. 
#ifconfig
lihat pada inet addr, pada PC 11 memiliki IP Address 192.168.1.11





Setelah itu masuk ke vi.
# vi / etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0







BootProto ada 2 mode, yaitu: Static untuk setting IP secara manual dan DHCP untuk setting IP secara otomatis.
Gateway merupakan gerbang, biasanya mengikuti server yang ada.
DNS merupakan server utama. Untuk memanggil server menggunakan DNS.

Ganti BootProto menjadi Static lalu ganti IPADDR nya sesuai IP yang kita inginkan. Atur gateway dalam satu jaringan. SAVE dan QUIT.



Nge-PING PC lain










Ping PC lain untuk mengecek adakah koneksi antara PC yang satu dengan lainnya. Dengan cara #ping kemudian ketik IP Adrress PC lain. Nantinya akan keluar seperti gambar di atas. Untuk mengakhiri pengecekan koneksi ketik CTRL+C.